Sabtu, Januari 28, 2023
Google search engine
BerandaBupatiJaring Inovasi Pelayanan Publik, Bupati Lamongan Launching Sinolla

Jaring Inovasi Pelayanan Publik, Bupati Lamongan Launching Sinolla

Jagatpos.com, Lamongan – Pelayanan publik berbasis digital menjadi salah satu program prioritas 100 hari kerja pertama Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi. Untuk itu, guna menjaring inovasi pelayanan publik di OPD (Organisasi Perangkat Daerah), dan unit pelayanan public serta BUMD, Bupati Yuhronur melaunching SINOLLA (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Lamongan, di Ruang Pertemuan Gajah Mada Pemkab Lamongan, Senin (29/03/2021).

Dalam sambutannya, Bupati Yuhronur menyampaikan indeks kepuasan masyarakat tahun ini naik dibandingkan tahun kemarin. Hal tersebut menunjukkan kualitas pelayanan yang semakin baik. Namun demikian, Bupati Yuhronur berharap semua OPD tidak puas dengan nilai tersebut dengan terus meningkatkan kulaitas pelayanan. Tahun ini, kata Bupati Yuhronur, indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan public sebesar 81,76%, sedangkan tahun lalu 80,76%.

“Prestasi-prestasi, Inovasi-inovasi ini agar terus kita jaga. Supaya masyarakat terlayani dengan pelayanan kita, tidak ada cara lain selain meningkatkan kualitasnya. Terus kita jaga, pertahankan dan tingkatkan,” kata ucap Bupati Yuhronur

Bupati Yuhronur berharap, semua OPD untuk mengikuti kompetisi SINOLLA. Karena selain dapat mendorong peningkatan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan public, dengan hadirnya SINOLLA juga mampu mempercepat kulaitas pelayanan publik di Kabupaten Lamongan.

“Dengan adanya Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Lamongan (SINOLLA) ini, diharapkan seluruh perangkat daerah, unit pelayanan publik dan BUMD mengikuti kompetisi ini. Sehingga selain tercipta one agency, one innovation juga dapat menjaring inovasi terbaik di Kabupaten Lamongan untuk diikutkan Kompetisi Tingkat Provinsi (KOVABLIK) dan Tingkat Nasional (SINOVIK),” ajaknya.

Bupati Yuhronur menambahkan, saat ini aplikasi yang dimiliki OPD Lamongan sangatlah banyak dan mencapai ratusan, namun tidak sampai 50 persen aplikasi ini bisa dijalankan secara efektif. Oleh karena itu, perlunya efisensi dan penyederhanaan , sehingga terlihat aplikasi mana yang dianggap memberikan manfaat besar bagi kinerja pemerintahan. *[JP]

BERITA TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

TERPOPULER

KOMENTAR