Selasa, Januari 24, 2023
Google search engine
BerandaLamonganPerkuat Silaturahmi, PC PMII Lamongan Audensi Dengan Kapolres

Perkuat Silaturahmi, PC PMII Lamongan Audensi Dengan Kapolres

Jagatpos.com, Lamongan – Guna memperkuat jalinan silaturahmi, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Lamongan beraudiensi dengan Kapolres Lamongan, AKBP Miko Indrayana, S.I.K. di ruang lobby Mapolres Lamongan, Kamis (22/04/2021).

Dalam audiensi ini, Ketua PC PMII Lamongan – M. Syamsuddin Abdillah, Waketum PC PMII – Husnuz Zuhad, Sekretaris PC PMII – Hafid Febry Pratama beserta anggota PC PMII Lamongan ini, diterima Kapolres Lamongan bersama Kasat Intelkam AKP Djoko Santoso, SH. Dan Kanit II Sat Intelkam IPDA Sukarman

Ketua PC PMII Lamongan, M. Syamsuddin Abdillah dalam kesempatan tersebut menyampaikan, bahwa saat ini PC PMII Lamongan silaturahmi dengan Polres Lamongan serta menyampaikan PC PMII Lamongan sedang konferensi pergantian pengurus.

“Selain sampaikan pelaksanaan Konfercab PMII Lamongan. Kami juga menyampaikan bahwa saat ini masyarakat Lamongan masih bingung apakah mudik boleh apa tidak? apakah pulang dari pondok pesantren dikatagorikan mudik?,” tanya Ketua PC PMII Lamongan kepada Kapolres Lamongan.

Sementara itu, Kapolres Lamongan, AKBP Miko Indrayana berterima kasih atas kunjungan PC PMII Lamongan ke Polres Lamongan, sehingga dengan kunjungan ini dapat memperkuat jalinan silaturahmi dan sinergitas antara Polisi dengan Masyarakat.

Sedangkan terkait pertanyaan larangan mudik, AKBP Miko menyampaikan, bahwa aturan pemerintah sudah jelas mudik dilarang,kalau dari perantauan tidak boleh tetapi antar rayon masih boleh.

“Bagi masyarakat yang mudik akan dikarantina selama 5 hari, hal itu dikhawatirkan setelah idul fitri penyebaran covid-19 di Kabupaten Lamongan meningkat cukup tinggi,” terangnya.

AKBP Miko menambahkan, apabila ada kegiatan sosial bisa mengajak Polres Lamongan, dan apabila ada permasalahan silakan disampaikan. Serta untuk kedepannya, kegiatan pertemuan tidak usah secara formal, bisa dengan kegiatan yang lebih santai.

“Sebagai toleransi untuk santri pulang dari pondok pesantren tidak dikatagorikan mudik, tetapi tetap mematuhi disiplin protokol kesehatan,” pungkas AKBP Miko menjelaskan. *[JP]

BERITA TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

TERPOPULER

KOMENTAR